Cegah Kasus Stunting, Pemkam Bumi Dipasena Sejahtera Adakan Sosialisasi

Sosisalisasi Pencegahan Stunting di Kampung Bumi Dipasena Sejahtera | Foto : DCD

Bumi Dipasena Sejahtera – Guna untuk melakukan penanganan serta pencegahan stunting, Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Sejahtera Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang, mengadakan sosialisasi dalam rangka percepatan, pencegahan dan penanganan stunting melalui Program Inovasi Desa (PID). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kampung, Camat Rawajitu Timur/yang mewakili, Perangkat Kampung, Bidan Kampung, Kader Pemberdayaan Manusia (KPM),  PKK, BPK, Ketua RT, Ketua RW dan Karang Taruna yang berlangsung di aula kantor Kampung Bumi Dipasena Sejahtera, Kamis, (17/10/2019) pagi.

Dalam sambutannya, Kepala Kampung Bumi Dipasena Sejahtera Aprianto Harmaidi mengatakan, rembuk stunting adalah upaya untuk memantapkan langkah – langkah nyata dalam mencegah adanya kasus stunting di Kampung Bumi Dipasena Sejahtera. “Dalam sosialisasi ini saya berharap, kiranya seluruh masyarakat Kampung Bumi Dipasena Sejahtera berkomitmen untuk mencegah Stunting,” Harapnya.

Penyampaian materi tentang Pencegahan Stanting oleh Evi Fatmawati | Foto : DCD

Disampaikan oleh Evi Fatmawati selaku Bidan Kampung Bumi Dipasena Sejahtera mengatakan stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. “Gizi menjadi salah satu komponen yang harus dipenuhi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan. Dimulai dari dalam kandungan ibu, gizi yang sehat dan berimbang harus mulai menjadi perhatian,” Jelas Evi.

“Selain asupan gizi bagi ibu hamil dan bayi, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pencegahan stunting adalah usia perkawinan, khususnya bagi remaja putri. Usia perkawinan yang ideal adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Pada usia tersebut, pasangan muda sudah bisa berpikir tentang tanggung jawab orangtua terhadap anak-anak yang akan dilahirkan”, Tambahnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*