Pemantapan Data PMKS dan Verivali Data Fakir Miskin Berbasis Siks-NG

Penginputan data fakir miskin berbasis Siks-NG | Foto:DinawanArt

Rawajitu Timur – Guna meningkatkan kemampuan dalam penginputan data fakir miskin berbasis Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (Sinks-NG) untuk Pendamping Sosial Masyarakat (PSM) se-Kecamatan Rawajitu Timur, Tenaga Kesejahteraan Sosisal Kecamatan (TKSK) Rawajitu Timur mengadakan pertemuan singkat yang bermanfaat di aula Kecamatan Rawajitu Timur, dengan dihadiri Aparat Kampung se-Kecamatan Rawajitu Timur dengan masing – masing Kampung mengirimkan satu orang, Selasa (28/5/2019) pagi.

Adapun Tujuan dari verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu yaitu mendapatkan satu data kemiskinan terpadu yang valid dan mutakhir sebagai dasar penentuan sasaran penerima bantuan, mengidentifikasi keberadaan personal/keluarga/rumah tangga yang tercatat dalam Data Terpadu (meninggal, pindah, mampu, tidak ditemukan, anggota keluarga bertambah). Sedangkan tujuan dari adanya Data Penerima Beras Sejahtera yaitu mengidentifikasi keberadaan personal/keluarga (meninggal, pindah, mampu, tidak ditemukan, anggota keluarga bertambah), melengkapi/menyempurnakan variable yang diperlukan untuk membuka rekening kolektif/KKS yaitu variable: nama penerima bansos (istri), alamat lengkap, NIK, nama Ibu Kandung pengurus dan transformasi dari Bantuan Sosial Beras Sejahtera menjadi Bantuan Pangan Non Tunai.

Proses penginstalan aplikasi Java di masing-masing laptop operator Siks-NG | Foto:DinawanArt

Dikatakan oleh Husni Asih Dedek Setiawan,S.Pd.I, selaku TKSK Rawajitu Timur mengatakan bahwa pendataan masyarakat miskin di Kecamatan Rawajitu Timur akan dilakukan melalui aplikasi SIKS-NG yang akan dioperasikan para operator di masing-masing Kampung. Aplikasi yang diluncurkan Kementrian Sosial RI akan diupayakan selalu di update setiap saat, dan terintegrasi secara data terpadu. “Pengenalan dan pengopersasian Aplikasi SIKS-NG ini merupakan system informasi terbaru untuk generasi yang akan datang, untuk menyusun dan membuat laporan perubahan  data  basis data terpadu (BDT) dan kartu keluarga sejahtera (KKS)” Ujarnya.

Verifikasi dan validasi tersebut dilakukan berdasarkan by name by address, yang ada di SIKS-NG menjadi acuan pada pelaksanaan program penanganan fakir miskin dan perlindungan sosial yang secara bertahap akan diintegrasikan secara luas. Terwujudnya sinergitas, komplementaritas, dan keterpaduan pelaksanaan program penanganan fakir miskin, diharapkan dapat mendorong optimalisasi dan percepatan penurunan kemiskinan serta kesenjangan sosial.

1 Comment

Tinggalkan Balasan